harga sebuah tanda tangan

bismillah.

kehidupan kampus memang unik dan intristik. banyak hal positif di dalamnya, namun itu sangat sebanding dengan hal negatifnya. kecuali kampus Islam yang memurnikan Alquran dan Assunnah.

disini harga sebuah tanda tangan, ACC dosen sangat berharga. dimana kau harus rela menunggu berjam-jam bahkan seharian, atau menempuh jarak untuk ke rumah dosen untuk mendapatkan tanda tangan. untuk nilaimu, untuk kelulusanmu.

kau harus rela menunda waktu bermainmu, waktu makanmu bahkan yang parah waku shalatmu 😦 karena kau tidak tau kapan kau akan bertemu dengan dosen itu.

belum lagi ketika karakter dosen sangat sulit ditebak. ketika beliau badmood, maka jangan harap kau akan dilayani dengan baik.

memang semuanya butuh perjuangan, aku bisa mengerti bahwa yang terpenting dari semua itu adalah etika dan kesabaran. karena dosen juga manusia, mereka yang lebih dulu mengalami proses panjang sebelum mahasiswa. mungkin dulu perjuangan mereka lebih berat. sangat mungkin…

ini hanya gambaran dan curahan hati pribadi, yang sedang menunggu tanda tangan dosen penguji sidang terakhir, untuk mendapatkan ijazah..demi melihat kebahagiaan di wajah ibu dan bapa.

untuk semua dosenku, terima kasih dan semoga ilmu yang telah diajarkan selalu bermanfaat untuk muridmu. aamiin.

Advertisements

#tentangkamu-2

 

Perjalanan ketika aku pergi darimu adalah perjalanan yang menyesakkan sekaligus mengesankan. Aku menghayati setiap detiknya dan setiap langkah yang aku lewati, bagaimana di pagi itu aku masih bisa menyiapkan bekal dan sarapan untukmu, aku menghayati setiap gerakan yang aku lalui agar dapat memperlama waktu meskipun sedikit. – jika aku dapat menghentikan waktu maka aku ingin menghentikannya disaat sedang sibuk-sibuknya menyiapkan bekal untukmu –  Bagaimana  di pagi itu kita masih sempat membuat rangkaian kata menyenangkan yang tidak ada habisnya. Lalu dihari itu kau mengantarku menuju bus. Ketika kita mengucapkan salam perpisahan sementara, disitu aku harus selalu berpura-pura untuk tegar dihadapanmu.

Aku menikmati bagaimana melihatmu mengendarai motor melalui bus yang aku tumpangi dari kaca jendela. Lalu perlahan kau semakin menghilang di keramaian dan kemacetan jalan. Aku menikmati setiap jalan dan tempat yang pernah kita lalui bersama. Dihiasi dengan obrolan santai yang menemani perjalanan. Setiap cerita yang kamu titipkan padaku, seperti itu pulalah akan aku simpan dalam kotak berlapiskan emas, yang hanya kita yang dapat membukanya lagi.

Aku menikmati pembicaraan yang kita lakukan melalui handphone ketika kita berjauhan, kamu yang lucu, yang sabar, dan yang selalu aku khawatirkan. Kamu yang sangat tidak suka aku pulang sore apalagi malam. Kamu yang perhatian dengan apa yang aku makan..kamu yang menerimaku apa adanya.

Ini adalah kisah yang akan kita ceritakan pada anak-anak kita kelak. Lalu mereka akan berkata dalam hati, betapa bersyukurnya mereka memiliki sosok Ayah yang kuat dan setia pada keluarganya. Ayah yang tak tergantikan….

#tentangkamu 1

Hari ini, di pagi hari, kita sedikit ribut. gara” kamu…ah bukan ! gara” aku yang tidak mau mendengar penjelasanmu, aku terbawa emosi sesaat.

kamu yang tidak biasa sarapan pagi dan aku yang membiasakanmu untuk sarapan pagi (melebihi porsi sarapanmu), karena aku tau kau akan mengendarai motor, bekerja dan otakmu akan dipaksa berpikir runyam disana.

kemudian kamu diam, (lagi-lagi) mengalah untukku. aku bangkit dan mengalihkan kegiatan.

aku tau disitu kamu berusaha keras untuk menghabiskan makanan, aku dibuat kasihan namun lucu melihatnya.

“Abis nih…”katamu dengan muka polos yang (selalu) menggemaskan.

aku diam-diam tersenyum.

Seperti itulah…kamu selalu bisa mencairkan suasana, memahamiku ketika aku marah dan diam. kemudian dengan sendirinya kita tertawa lagi, seperti tidak ada apa-apa. mungkin di hatimu masih tersimpan sedikit kekesalan padaku…. dan aku hanya bisa berdoa semoga Allah Ta’ala hapuskan rasa itu, menggantinya dengan kebahagiaan di hatimu.

 

saat ini, kita terpaksa harus berjauhan lagi. karena (lagi-lagi) aku yang membuatmu susah…demi mendapatkan toga itu, kau rela menggunakan waktu liburmu untuk mengantarku ke kota ini.

 

baik-baik disana sayang..jaga pola makanmu, jaga lambungmu agar selalu kuat mengolah sambal dan rujak yang kau sukai itu. jaga barang”mu, rapihkan dan simpan di tempat yang mudah terlihat. jangan simpan hp dekat kepalamu sebelum kau tidur…jangan lupa mengganti kaos kakimu 3 hari sekali dan menghubungiku setiap hari.. hihihi..

 

Ah, sudalah..kau pasti sudah tau itu, sebelum aku panjang lebar bilang padamu 🙂

semoga ini LDR terakhir kita ya sayang.untuk seterusnya semoga kita tidak akan berpisah, walau di surgaNya sekalipun. aamiin Allahuma aamiin.

 

Mba Hana CHSI’s quotes

Ketika asa menjemput bahagia, dan berharap ada matahari menerangi sepanjang hari. Dan aku yakin, Allah menciptakan matahari itu untuk memberikan penerangan setelah Dia hilangkan kegelapan. Aku yakin, laki-laki inilah cahaya baru yang akan membawaku keluar dari semua masalah yang tak henti datang menimpa…
Tapi, apakah cahaya itu akan kembali tenggelam dan meredup..?

Tidak ada yang mustahil bagi Allah azza wazalla. Jika Dia menghendaki buah semangka tidak membusuk meski terkena hujan sepanjang hari, maka tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Demikian juga dengan ajal manusia, jika Allah menghendaki orang yang kita sayangi tetap menjadi matahari, Allah tidak akan meredupkan matahari itu, karena Allah tahu sinar matahari itu menghangatkan banyak orang…

doa sujud syukur

Dalil disyari’atkannya sujud syukur adalah,

عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ.

Dari Abu Bakroh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu ketika beliau mendapati hal yang menggembirakan atau dikabarkan berita gembira, beliau tersungkur untuk sujud pada Allah Ta’ala. (HR. Abu Daud no. 2774. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Juga dari hadits Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari di mana ketika diberitahu bahwa taubat Ka’ab diterima, beliau pun tersungkur untuk bersujud (yaitu sujud syukur).

Apakah Ada Sujud Syukur dalam Shalat?

Menurut ulama Syafi’iyah dan Hambali, tidak dibolehkan melakukan sujud syukur dalam shalat. Karena sebab sujud syukur ditemukan di luar shalat. Jika seseorang melakukan sujud syukur dalam shalat, batallah shalatnya. Kecuali jika ia tidak tahu atau lupa, maka shalatnya tidak batal seperti ketika ia lupa dengan menambah sujud dalam shalat.

 

Syarat Sujud Syukur

Sujud syukur tidak disyaratkan menghadap kiblat, juga tidak disyaratkan dalam keadaan suci karena sujud syukur bukanlah shalat. Namun hal-hal tadi hanyalah disunnahkan saja dan bukan syarat. Demikian pendapat yang dianut oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah yang menyelisihi pendapat ulama madzhab.

Tata Cara Sujud Syukur

Tata caranya adalah seperti sujud tilawah. Yaitu dengan sekali sujud. Ketika akan sujud hendaklah dalam keadaan suci, menghadap kiblat, lalu bertakbir, kemudian melakukan sekali sujud. Saat sujud, bacaan yang dibaca adalah seperti bacaan ketika sujud dalam shalat. Kemudian setelah itu bertakbir kembali dan mengangkat kepala. Setelah sujud tidak ada salam dan tidak ada tasyahud.

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Tata cara sujud syukur, baik gerakan maupun hukum, dan syaratnya sama seperti sujud tilawah.” (Al-Mughni, 2:372)

Semoga bermanfaat. Wallahu waliyyut taufiq.

Referensi : https://muslim.or.id/25259-panduan-sujud-tilawah-dan-sujud-syukur.html

https://konsultasisyariah.com/11349-bacaan-sujud-syukur.html