#tentangkamu-2

 

Perjalanan ketika aku pergi darimu adalah perjalanan yang menyesakkan sekaligus mengesankan. Aku menghayati setiap detiknya dan setiap langkah yang aku lewati, bagaimana di pagi itu aku masih bisa menyiapkan bekal dan sarapan untukmu, aku menghayati setiap gerakan yang aku lalui agar dapat memperlama waktu meskipun sedikit. – jika aku dapat menghentikan waktu maka aku ingin menghentikannya disaat sedang sibuk-sibuknya menyiapkan bekal untukmu –  Bagaimana  di pagi itu kita masih sempat membuat rangkaian kata menyenangkan yang tidak ada habisnya. Lalu dihari itu kau mengantarku menuju bus. Ketika kita mengucapkan salam perpisahan sementara, disitu aku harus selalu berpura-pura untuk tegar dihadapanmu.

Aku menikmati bagaimana melihatmu mengendarai motor melalui bus yang aku tumpangi dari kaca jendela. Lalu perlahan kau semakin menghilang di keramaian dan kemacetan jalan. Aku menikmati setiap jalan dan tempat yang pernah kita lalui bersama. Dihiasi dengan obrolan santai yang menemani perjalanan. Setiap cerita yang kamu titipkan padaku, seperti itu pulalah akan aku simpan dalam kotak berlapiskan emas, yang hanya kita yang dapat membukanya lagi.

Aku menikmati pembicaraan yang kita lakukan melalui handphone ketika kita berjauhan, kamu yang lucu, yang sabar, dan yang selalu aku khawatirkan. Kamu yang sangat tidak suka aku pulang sore apalagi malam. Kamu yang perhatian dengan apa yang aku makan..kamu yang menerimaku apa adanya.

Ini adalah kisah yang akan kita ceritakan pada anak-anak kita kelak. Lalu mereka akan berkata dalam hati, betapa bersyukurnya mereka memiliki sosok Ayah yang kuat dan setia pada keluarganya. Ayah yang tak tergantikan….

#tentangkamu 1

Hari ini, di pagi hari, kita sedikit ribut. gara” kamu…ah bukan ! gara” aku yang tidak mau mendengar penjelasanmu, aku terbawa emosi sesaat.

kamu yang tidak biasa sarapan pagi dan aku yang membiasakanmu untuk sarapan pagi (melebihi porsi sarapanmu), karena aku tau kau akan mengendarai motor, bekerja dan otakmu akan dipaksa berpikir runyam disana.

kemudian kamu diam, (lagi-lagi) mengalah untukku. aku bangkit dan mengalihkan kegiatan.

aku tau disitu kamu berusaha keras untuk menghabiskan makanan, aku dibuat kasihan namun lucu melihatnya.

“Abis nih…”katamu dengan muka polos yang (selalu) menggemaskan.

aku diam-diam tersenyum.

Seperti itulah…kamu selalu bisa mencairkan suasana, memahamiku ketika aku marah dan diam. kemudian dengan sendirinya kita tertawa lagi, seperti tidak ada apa-apa. mungkin di hatimu masih tersimpan sedikit kekesalan padaku…. dan aku hanya bisa berdoa semoga Allah Ta’ala hapuskan rasa itu, menggantinya dengan kebahagiaan di hatimu.

 

saat ini, kita terpaksa harus berjauhan lagi. karena (lagi-lagi) aku yang membuatmu susah…demi mendapatkan toga itu, kau rela menggunakan waktu liburmu untuk mengantarku ke kota ini.

 

baik-baik disana sayang..jaga pola makanmu, jaga lambungmu agar selalu kuat mengolah sambal dan rujak yang kau sukai itu. jaga barang”mu, rapihkan dan simpan di tempat yang mudah terlihat. jangan simpan hp dekat kepalamu sebelum kau tidur…jangan lupa mengganti kaos kakimu 3 hari sekali dan menghubungiku setiap hari.. hihihi..

 

Ah, sudalah..kau pasti sudah tau itu, sebelum aku panjang lebar bilang padamu 🙂

semoga ini LDR terakhir kita ya sayang.untuk seterusnya semoga kita tidak akan berpisah, walau di surgaNya sekalipun. aamiin Allahuma aamiin.

 

Mba Hana CHSI’s quotes

Ketika asa menjemput bahagia, dan berharap ada matahari menerangi sepanjang hari. Dan aku yakin, Allah menciptakan matahari itu untuk memberikan penerangan setelah Dia hilangkan kegelapan. Aku yakin, laki-laki inilah cahaya baru yang akan membawaku keluar dari semua masalah yang tak henti datang menimpa…
Tapi, apakah cahaya itu akan kembali tenggelam dan meredup..?

Tidak ada yang mustahil bagi Allah azza wazalla. Jika Dia menghendaki buah semangka tidak membusuk meski terkena hujan sepanjang hari, maka tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Demikian juga dengan ajal manusia, jika Allah menghendaki orang yang kita sayangi tetap menjadi matahari, Allah tidak akan meredupkan matahari itu, karena Allah tahu sinar matahari itu menghangatkan banyak orang…

wanita, tetaplah tegar

bismillah.

10 Mei 2016

ini adalah ceritaku, sepenggal kisah hidup yang aku rasakan.

tentang menjadi seorang anak, tentang menjadi seorang kakak, tentang menjadi seorang istri,…

tentang menjadi seorang PEREMPUAN…..

aku merasa hakikat ujian terbesar bagi seorang perempuan adalah dimulai saat ia menikah..menjadi istri…menjadi ibu…melahirkan anak-anaknya dan membesarkannya.

percaya padaku, rasa sakit dan keletihan yang kau rasakan ketika sekolah, pertemanan, duduk di bangku kuliah, gagal dalam ujian atau dimarahi dosen tidak ada apa-apanya! SUNGGUH tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sakit perjuanganmu ketika melahirkan anak dan membesarkan mereka.

sakit, namun bahagia…. bahagia karena kita telah merasakan menjadi wanita seutuhnya…

aku tidak merasa sempurna dalam hal ini, aku mengakui terkadang aku mengeluh..tapi itu adalah pembelajaran untuk diriku sendiri.

perempuan, yang jika dia melahirkan anak maka dia bisa membahagiakan suaminya, orang tuanya dan keluarga di sekelilingnya.

jangan pernah berputus asa untuk layak meraih gelar IBU.

percayalah bahwa keletihan, kepenatan, kelemahan, kesakitan dan sebagainya akan dapat kita lalui semuanya. Meskipun kadangkala semua itu harus kita lalui terlebih dahulu dengan beruraian air mata.

Tak mengapa, bukankah air mata dicipta untuk mengungkapkan sebuah rasa ?

untukmu wanita, yang memang kita diciptakan lebih banyak berkeluh kesah, tetaplah tegar

untukmu wanita, yang memang kita diciptakan dengan sifat cemburunya, tetaplah kuat, menangislah jika kau ingin menangis…namun jangan biarkan kau terhasut oleh syaithan sehingga kehilangan sikap untuk berpikir bijak

doakan, maafkan…lupakan. karena hakikatnya yang akan dihisab adalah amal masing-masing.

untukmu, yang ingin selalu disayang dan dimegerti, ingatlah Alloh ta’ala mencintaimu lebih dari apapun. berharaplah hanya kepadaNya, maka kita tidak akan pernah kecewa.

“mainkan saja peranmu, tugasmu hanya TAAT kan?”

wanita, walaupun harus bertahan dengan air mata dan senyum yang dipaksakan, berjanjilah untuk tetap TEGAR.

Ada rasa pada kata-kata

Aku mengenalmu melalui kata-kata dan aku merasa cukup dengan itu. Pertemuan kita adalah pertemuan antar pikiran. Dan aku merasa cukup dengan itu.

Aku mengenalmu melalui kata-kata, cara berpikir yang aku sukai sejak pertama kali membaca. Setiap ejaan hurufnya aku kenali, aku mengenalmu melalui kata-kata. Pada setiap rasa yang kamu sematkan dalam cerita.

Aku jatuh cinta pada kata-kata. Pada setiap hal yang kamu tuangkan, aku seolah-olah menjadi samudera dan selalu siap menerima apapun itu.

(Mungkin) Ketika aku bertemu langsung denganmu, aku tak menyangka jika pembawaanmu seperti itu. Aku tidak mengenalmu dalam pertemuan pertama, pertemuan selanjutnya ketika diskusi semakin hangat. Aku tahu, kamu sedang membacakan isi pikiranmu. Dan aku diam saja, seperti membaca setiap tulisanmu.

Jika aku jatuh cinta pada tulisanmu pertama-tama, itu bisa jadi alasan yang cukup kuat untuk aku mengenal pikiranmu. Sampai pada suatu hari kita pertama bertemu, kita seolah-olah telah saling mengenal lama sekali.

 

-kurniawan gunadi

untukmu, calon buah hatiku

bismillah

untukmu, yang tersayang, maafkan ibu yang banyak mendzolimi mu dan membuatmu kelelahan

untukmu, calon buah hatiku, maafkan ibu yang lemah dan sempat mengeluh.

untukmu, anakku.. maafkan ibu karena tidak bisa membuatmu bertahan hingga lahir ke dunia..sehingga kau tidak bisa bertemu dengan sosok ayahmu

tahukah nak, ayahmu adalah seorang yang shalih dan sabar, ia tetap setia menemani ibu saat ibu merasa payah dan lelah, tetap tersenyum menanggapi sifat ibu yang kadang membuatnya bingung dan serba salah

untukmu, wahai investasi surgaku, semoga engkau menjadi saksi di akhirat nanti..yang dapat meringankan keburukanku di depan Allah

 

“anak itu, benar-benar sebagai penguat ibu. ibu bisa sangat kuat dalam rumah tangga sebagian besar karena buah hatinya. terutama saat-saat seorang ibu sedang terpuruk dan merasa sendiri, buah hatinya akan selalu bisa membuatnya tersenyum dan kuat kembali” -anonym

 

semoga, Engkau memberikan aku kesempatan lagi untuk mengemban amanah menjadi seorang perempuan, yang paling mulia di muka bumi.

aamiin…..