SALAF itu apa dan siapa sebenarnya??

bismillah. assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…
di siang hari yang cerah dengan ditemani udara yang sejuk dikampung halaman ini saya akan mencoba menjelaskan makna kata SALAF, menurut bahasa, istilah dan MENURUT RASULULLAH SAW.
berat memang, karena jika saya salah maka berarti ane telah salah dalam menyebarkan informasi, maka dari itu dengan meminta petunjuk dari Allah SWT, semoga apa yang akan saya sampaikan ini sesuai dengan ilmu yang telah diajarkan-NYA.

sebelumnya mohon maaf jika memang ingin membaca tulisan ini sebaiknya hati kita dibuka dulu dalam menerima ilmu, dalam arti jangan ada rasa kebencian dan ingat kepada suatu golongan, karena itu akan menghalangi masuknya ilmu, karena sesuai dengan hadits Rasulullah SAW:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqaan: 63)

semoga kita semua terhindar dari sifat sombong, aamiin yaa Rabb..
langsung saja ke intinya, apa sebenarnya arti kata SALAF menurutmu? kenapa ketika mendengar atau membaca kata ini pikiran kita langsung tertuju kepada golongan tertentu?

Menurut bahasa (etimologi), Salaf ( اَلسَّلَفُ ) artinya yang terdahulu (nenek moyang), yang lebih tua dan lebih utama. Salaf berarti para pendahulu. Jika dikatakan (سَلَفُ الرَّجُلِ) salaf seseorang, maksudnya kedua orang tua yang telah mendahuluinya.

Menurut istilah (terminologi), kata Salaf berarti generasi pertama dan terbaik dari ummat (Islam) ini, yang terdiri dari para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan para Imam pembawa petunjuk pada tiga kurun (generasi/masa) pertama yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ.

“Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’ut Tabi’in).”

disini apakah kita sudah paham? Rasulullah yang berkata bahwa generasi terbaik adalah generasi ketika Rasulullah SAW hidup, yaitu beliau sendiri, keluarga (ahlul bait) , masa Tabi’in (pengikut Rasulullah) dan Tabi’ut Tabi’in (pengikut Tabi’in).
bedanya apa ?
perbedaannya setau saya hanya jika ahlul bait dan sahabat itu adalah orang-orang yang bertemu dan berjumpa Rasulullah, Tabi’in dan Tabi’u Tabi’in tidak berjumpa dengan Rasulullah SAW.

Jadi makna Salaf adalah orang yang telah mendahului anda baik itu nenek moyang maupun kerabat keluarga anda, dimana mereka di atas anda baik dari segi umur ataupun kebaikannya. Oleh karena itu, generasi pertama dari kalangan Tabi’in dinamakan “as-Salafush Shalih. (Lihat kamus bahasa Arab: Taajul ‘Aruus, Lisaanul ‘Arab dan al-Qaamuusul Muhuth: (bab:Salafa)

lalu salafi itu apa? salafi adalah orang-orang yang menngikuti manhaj salaf Rasulullah saw.
pertanyaanya, kenapa sekarang salafi sering diidentikan dengan suatu golongan tertentu dalam Islam?
menurut saya, memang salafi itu golongan kok, yaitu golongan yang mengikuti sunnah Rasulullah.

dalam manhaj salaf pemimpinnya adalah Rasulullah saw yang dibimbing langsung oleh Allah swt, bukan ketua organisasi atau partai. dan mereka tidak fanatik serta membabi buta terhadap ustadz ustadzahnya.

mereka menempuh manhaj salaf. apa itu manhaj ?
Manhaj dalam bahasa artinya jalan yang jelas dan terang. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya,

”Untuk tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang…” (Al Maidah: 48)
simpelnya menurut saya, manhaj adalah cara/jalan/aturan dan tuntunan dalam segala aspek kehidupan, bukan hanya ibadah saja.

jadi, manhaj salaf itu adalah jalan cara beribadah, cara beragama, dan cara menjalani kehidupan yang sesuai dengan yang TELAH DIJALANKAN OLEH 3 GENERASI TERBAIK di atas tadi.

disini mungkin ada yang menolak, bagaimana kita bisa disebut sebagai salaf? kenapa kita harus menisbatkan diri sebagai salafi?
saya tidak akan menjawab dengan dalil, tetapi coba anda yang mengaku Islam dan berkata dengan lisan anda, “Ya, saya pengikut sunnah Rasulullah saw, saya cinta sahabat Rasul, saya pengikut Quran dan Sunnah.” seharusnya memang berkeinginan untuk menjadi bagian dari kaum salaf, kaum terbaik dalam Islam yang sudah dijamin keshahihannya oleh Rasulullah saw.

kawan, apakah anda mengetahui arti kata sunnah ? Sunnah adalah segala yang dilakukan oleh Rasulullah saw mulai dari bangun tidur sampai beliau tidur kembali. jika anda mengikuti sunnah nabi maka anda dikatakan sebagai salafi, yaitu orang yang mengikuti 3 generasi terbaik dalam Islam karena mereka juga mengamalkan sunnah nabi.
sampai disini saya tidak bisa menjawab jika anda menolak, pertanyaannya anda mengekor ke siapa jika bukan kepada manhaj salaf?
jangan sampai penghormatan mu kepada guru-guru dan ustadz mu itu melebihi kecintaanmu kepada Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Penisbatan kata Salaf atau as-Salafiyyuun bukanlah termasuk perkara bid’ah, akan tetapi penisbatan ini adalah penisbatan yang syar’i karena menisbatkan diri kepada generasi pertama dari ummat ini, yaitu para Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in.

Ahlus Sunnah wal Jama’ah dikatakan juga as-Salafiyyuun karena mereka mengikuti manhaj Salafush Shalih dari Sahabat dan Tabi’ut Tabi’in. Kemudian setiap orang yang mengikuti jejak mereka serta berjalan berdasarkan manhaj mereka -di sepanjang masa-, mereka ini disebut Salafi, karena dinisbatkan kepada Salaf. Salaf bukan kelompok atau golongan seperti yang difahami oleh sebagian orang, tetapi merupakan manhaj (sistem hidup dalam ber-‘aqidah, beribadah, berhukum, berakhlak dan yang lainnya) yang wajib diikuti oleh setiap Muslim. Jadi, pengertian Salaf dinisbatkan kepada orang yang menjaga keselamatan ‘aqidah dan manhaj menurut apa yang dilaksanakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat Radhiyallahu anhum sebelum terjadinya perselisihan dan perpecahan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah (wafat th. 728 H)[7] berkata: “Bukanlah merupakan aib bagi orang yang menampakkan manhaj Salaf dan menisbatkan dirinya kepada Salaf, bahkan wajib menerima yang demikian itu karena manhaj Salaf tidak lain kecuali kebenaran.”

yang berkata demikian adalah Syaikh Ibnu Taimiyah, yang pernannya terhadap dakwah Islam sudah tidak diragukan lagi, beliau termausk Tabi’u Tabi’in.
sampai disini saya tidak bisa memaksa jika anda tetap keras kepala dengan pendapat dan logika anda.

dalam manhaj salaf, semuanya diukur dengan dalil, setiap perbuatan ada timbangan baik buruknya karena memakai landasan alquran dan assunnah, contoh
1. laki-laki tidak boleh Isbal, yaitu menjulurkan kainnya sampai dibawah mata kaki.
haditsnya:
diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Kain sarung yang berada di bawah mata kaki tempatnya di Neraka.”

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhu, ia berkata: “Aku berpapasan dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sementara sarungku terjulur (di bawah mata kaki). Lantas beliau bersabda: “Wahai ‘Abdullah angkat kain sarungmu!” Lalu beliau bersabda: “Angkat lagi.” Sejak itu aku selalu menjaganya.” Sebagian kaum bertanya: “Hingga mana?” Ia menjawab: “Hingga setengah betis.

bagaimana jika laki-laki sholat dalam keadan Isbal ?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin berkata, “Shalat orang yang isbal itu sah, akan tetapi ia berdosa. Begitu pula seseorang yang memakai pakaian yang haram seperti baju hasil curian, baju yang terdapat gambar makhluk bernyawa, baju yang terdapat simbol salib atau terdapat gambar hewan. Semua baju seperti itu terlarang saat shalat dan di luar shalat. Shalat dalam keadaan isbal tetap sah, akan tetapi berdosa karena mengenakan pakaian seperti itu. Inilah pendapat terkuat dalam masalah ini. Karena larangan berpakaian isbal bukan khusus untuk shalat. Mengenakan pakaian haram berlaku seperti itu saat shalat dan di luar shalat. Dikarenakan tidak khusus untuk shalat, maka shalat tersebut tidaklah batal. Inilah kaedah yang benar yang dianut oleh jumhur atau mayoritas ulama.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 4: 300-301).

*tarik nafas*
itu haditsnya dan fatwa yang dikeluarkan oleh ulama Kibar (ulama besar) salah seorang Syaikh di Arab. tetapi kenyataannya orang yang berusaha agar tidak isbal malah dibilang kuno, lusuh,teroris, ajaran baru dan sebagainya…padahal perintah tersebut sudah diajarkan oleh Rasulullah saw dahulu.

2. Masalah Jilbab, yang ini agak “nyentil” dikit karena saya perempuan dan miris jika mendengar pendapat dari beberapa teman saya yang notabene aktivis dakwah, yang menurut orang-orang paham Islam tetapi menganggap aneh jilbab lebar,
iya saya paham kok, harusnya jilbab itu yang lebarnya tidak melebihi aktivis-aktivis organisasi keislaman kan? kalo jilbab nya lebaar, panjang dan tidak ada warna maka ngga gaul kan? ngga bisa mendakwahi orang-orang awam ?

itu kan jika logika dan akal yang dipakai.

lalu bagaimana dengan ayat quran yang ini ?
Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al-Ahzab 59)

menurut pendapat amatir saya, ummat ada zaman sekarang yang menjalankan perintah Nabi tersebut pada awalnya berat, sangat berat.. jujur aja sayapun belum bisa mengamalkannya,saya belum bisa hijrah untuk berpakaian seperti itu.. tetapi kawan..
berusahalah agar tidak membenci, menolak dan tidak menerima ajaran Allah SWT dan sunnah Nabi..dan jauhilah perkara mengolok-ngolok orang yang berusaha mengamalkan sunnah Nabi tersebut, karena jika kita mengejek orang lain dipastikan kadar keilmuan agama kita memang segitu adanya. karena orang yang sudah paham agama akan bertambah sifat tawadhu dan rendah hati-nya.

lebih menyedihkan daripada itu, pastinya kita tidak mau tergolong sebagai orang munafiq, yang di lisannya berkata ” Aku pengikut dan pencinta sunnah Nabi, tetapi dalam hatinya membenci perkara sunnah.. Na’udzubillah.
taukah kawan keadaan orang munafiq di akhirat, ketika Rabb kita yaitu Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk bersujud, kaki-kaki dan lutut orang munafiq tersebut kaku dan tidak bisa digerakkan untuk bersujud.. dan itu sangat menyedihkan 😥

saling mengingatkan kawan, sangat banyak ilmu agama yang belum kita pahami dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari..misalnya, jika masuk rumah tidak ada orang di dalamnya, maka buka dengan salam Assalaamu’alaikum, tetapi dengan Assalaamu ‘alaina wa ‘alaa ibadillaahisshaalihiin…
dan masih banyak lagi..
semoga kita selalu berusaha untuk mencari ilmu agama yang shahih.. aamiin..

Saudarimu.

sumber: http://www.muslim.or.id

pustakaimamsyafii.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s