Belajar dari Pemulung

IMG-20141127-01019

Dalam perjalanan pulang ketika aku menjalani PLP (Program Latihan Profesi) semester 7 kemarin, aku menemukan pemandangan yang membuatku terharu dan termenung, yaitu sebuah keluarga yang berprofesi sebagai pemulung, aku ngga tau apakah semua anggota keluarga itu pemulung, tetapi yang kulihat adalah mereka semua (4 orang; Bapa, Ibu dan 2 anak) sedang bersama-sama membawa gerobaknya dalam perjalanan pulang.
yang membuatku semakin terharu adalah raut wajah mereka, sama sekali tidak menampakan kesedihan, penyesalan apalagi mengeluh, sayang tidak sempat mengambil fotonya karena keterbatasan keadaan.

aku lihat mereka tersenyum dan ceria mengobrol satu sama lain, dengan kedua anak mereka berada di dalam gerobak sementara Bapak dan Ibu nya mendorong gerobak tersebut.

disitu kadang saya merasa malu (#eeaa..)
eh tapi beneran, aku sangat malu kepada diriku sendiri melihat mereka, betapa aku yang diberikan nikmat Allah yang lebih masih jarang bersyukur, aku takut kufur nikmat… Astaghfirullah..
saudariku, seringkah kita untuk bersyukur padaNya? mari sama” berucap ALHAMDULILLAH….ALHAMDULILLAH..ALHAMDULILLAH..

karena, dengan mengucapkan Alhamdulillah, itu lebih baik daripada semua rezeki dan kemudahan yang kau dapatkan dari Allah, berapapun nilainya. BERAPAPUN!
ini buktinya, dalil dari Rasulullah SAW:
Imam ath-Thabarani telah mengeluarkan sebuah hadits dari Abi Umamah Ra. bahwasanya Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Tidaklah Allah memberi sebuah nikmat kepada seorang hamba kemudian ia memuji kepadaNya, melainkan pujian itu lebih utama dari nikmt tersebut meskipun nikmat itu sangat besar.”

Ibnu Asakir telah mengeluarkan sebuah hadits dari Anas Ra. bahwasanya Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Andai kata seisi dunia dikuasai oleh seorang laki-laki dari umatku, kemudian ia mengucapkan Alhamdulillah, maka ucapan Alhamdulillah itu lebih utama dari dunia dan isinya.”

….memang sangat luar biasa ucapan Alhamdulillah ..semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang bersyukur..bersyukur dengan nikmatNya dan tidak tamak apalagi dengki terhadap rezeki orang lain..
aamiin….

lalu kenapa mereka bisa tetap tersenyum sementara jika kita melihat dari kacamata hedonisme dan dunia, kehidupan ekonomi mereka sangat sempiitt! beli makan sehari-hari aja kadang kurang apalagi ganti-ganti gadget?? #capedeh..

karena, mereka memilih untuk mencari pekerjaan yang HALAL asalkan barokah, indikasinya apa? hati menjadi TENANG…hati yang tenang..tidak semua orang dapatkan, tidak juga billionaire, millionaire, jutawan ataupun ulama! jika jalan yang ditempuh tidak sesuai syariat dan berbenturan dengan aturan Allah.. semoga kita selalu berpegang teguh pada ajaran-NYA. aamiin…

..foto ini diambil dijalan Wastukencana dalam angkot Kalapa-Ledeng >_<

sekian . wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s