Bapak Penjual Kerupuk

Senin, 20 Mei
14:05

Sukasari-20130321-00888

Sangat menyesal sebenarnya ketika keinginan untuk menulis tidak disampaikan. Ketika sedang beraktifitas, seringkali keinginan itu muncul, atau ketika menemukan momen-momen yang berkesan.
Tetapi kali ini saya tertarik ingin menuliskan tentang “KERUPUK’. Hmm..makanan ini menjadi pelengkap favorit untuk sebagian besar masyarakat di Indonesia. Bahkan tidak jarang artis-artis Indonesia pun ketika pergi keluar negeri bawaan “wajib”nya adalah kerupuk sebagai pelengkap makannya disana. Hahaha..
Cerita bermula ketika suatu pagi aku sehabis membeli sarapan, diriku melihat seorang pedagang kerupuk sedang duduk di depan pondok kosanku. Karena diriku juga termasuk orang yang sangat suka kerupuk, hehehe… jadilah aku membeli 3 bungkus kerupuk di bapak itu.
Dan terjadilah percakapan kecil antara aku dan bapa itu, selain itu sifatku yang memang suka bertanya kepada penjual.
R: pak beli kerupuknya 3 bungkus ya..
B: Iya neng, sebentar ya bapa bungkus yang baru lagi
R: Emang kenapa pa sama yang udah dibungkus?
B: Yang itu isinya 4 neng, yang mau bapa bungkus bapa kasih 5 aja. Ujar bapa tadi tersenyum
R: Oiya pa..kataku senang.
R: Pa, bikin kerupuk susah ngga si?
B: Lumayan neng, banyak prosesnya.
R: Ohiya pa? Emang kerupuk dari apa pa dibuatnya?
B: Dari aci neng, sama tepung.
R: Oh..tapi pendapatannya lumayan ngga pa kalo diliat dari prosesnya?
B: Sedikit neng jualan kerupuk mah..dari satu bungkus paling bapa Cuma dapet 200-300 rupiah.
R: *terdiam*
B:Ini kerupuknya neng
R: oiya, berapa pa?
B: 3000 aja neng.
R: Makasih ya pa..kataku sambil senyum dan berjalan ke kosan.
B: Yo sama” neng..

Sambil berjalan aku masih memikirkan perkataan bapa tadi. Ya Allah aku kasian..kasian dan miris sama bapa itu. Setiap hari memanggul 2 plastik besar berisi kerupuk, berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, tetapi penghasilan yang didapat tidak seberapa.. sedangkan aku masih begini-begini saja. Harusnya aku bisa lebih “menghasilkan” daripada bapa itu. Aku yang tidak buta terhadap teknologi, aku yang masih muda..
Tetapi, memang jika dilihat dengan sisi otak kiri semua itu memang ngga masuk logika. Karena otak kiri memang selalu pake logika! Makanya hidupnya lurus-lurus aja hahaha. (peace :p)
Siapa yang mencukupkan bapa tadi dan keluarganya kalo bukan Allah?? 🙂

Subhanallah..Ya Razzaaq..

Firman Allah SWT :
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“……dan tiada satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya” (Surah Hud, ayat 6).
Jaminan rezeki dari Allah SWT pada mahklukNya adalah jaminan yang pasti lagi benar bagi menunjukkan betapa Maha Kaya Allah yang memiliki segala sifat kebesaranNya.
Nah, hikmah yang bisa diambil adalah..buat kita nih yang masih muda-muda dan energik, jangan MALAS buat berwirausaha dari sekarang! Malu dong apa-apa minta ke orang tua. Pernah ngga mencoba memberi ke orangtua walaupun itu hanya sesuap nasi atau mengirim pulsa mungkin? Orang tua pasti akan selalu menghargai pemberian kita. Sama-sama mencoba dari sekarang untuk menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain. Yakin bisa! Bismillah 😀

#foto kerupuk itu aku ambil ketika tanggal 3 Maret 2013..udah lama baru diposting -_-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s